"Presiden, selama 3 tahun bisa membangun kilometer. Kuota haji, hanya dalam tempo beberapa tahun, Pak Jokowi bisa menaikan dari 168.800 menjadi 221.520," ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldokodalam Mata Najwa
Fakta sebenarnya, ini bukan pencapaian presiden, tapi memang proses pembangunan masjidil haram sudah selesai, hanya saja "kebetulan" proses pembangunan sudah rampung bertepatan saat kepemimpinan Presiden Joko Widodo
AWAS BANYAK HOAX
Detik-detik Ketua BM UI Di-skakmat Moeldoko dan Adian Napitupulu di Mata Najwa
![]() |
| Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Ketua BEM UI Zaadit Taqwa |
NASIONAL - Aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Zaadit Taqwa minggu lalu mendapat sorotan dari publik.
Bagaimana tidak?
Sosoknya menuai pro dan kontra pascamengacungkan "kartu kuning" di hadapan Presiden Joko Widodo yang mengunjungi UI, Jumat (2/2/2018) silam.
Seolah tak berhenti membuat kontroversi, Zaadit Taqwa kembali jadi perbincangan beberapa waktu kemudian.
Hal ini terjadi saat sosoknya hadir dalam konferensi pers terkait aksinya tersebut.
Zaadit Taqwa mengatakan, "kartu kuning" itu adalah peringatan kepada Jokowi, bahwa masih banyak tugas-tugas Jokowi yang belum selesai dan harus dikerjakan.
Usai sosoknya menjadi perbincangan, penampilan Zaadit Taqwa kembali disorot saat menghadiri acara Mata Najwa malam ini (7/2/2018).
Ya, terlihat ada yang berbeda dengan penampilan ketua BEM IU, Zaadit Taqwa di acara Mata Najwa.
Dalam acara Mata Najwa kali ini, Zaadit Taqwa yang hadir bersama beberapa ketua BEM dari Universitas ternama lainnya tampak mengenakan wardrobe yang berbeda dibandingkan saat konferensi pers.
Zaadit mengatakan bahwa dirinya berani mengritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah mengetahui kondisi Asmat lewat pemberitaan di media.
Politikus, Adian Napitupulu, menilai pernyataan Zaadit soal Asmat selama ini tidak memiliki legitimasi atau pengakuan moral yang kuat.
Pasalnya sebelum melayangkan kritik, Zaadit belum mengetahui secara langsung apa yang terjadi di Asmat.
"Kalian kan calon pemimpin. Pemimpin siapa, pemimpin rakyat.
Lalu siapa yang harus kalian kenali, ya rakyat itu.
Dan mengetahui tentang rakyat tidak cukup dari membaca buku.
(Seharusnya) cium aroma tubuhnya (rakyat), cium keringatnya, pahami penderita mereka, makan bersama mereka.
Lalu baru kalian menjadi pemimpin yang lahir dari rahim rakyat itu sendiri.
Kalau itu kalian lakukan sebelumnya, kartu kuningnya memiliki legitimasi sangat kuat.
Sekarang jadi debatabel. Kartu kuning itu dasarnya apa.
Oke bicara Asmat, udah ke sana? Belum.
Perlu di ajak Presiden? Tak perlu!
Nilai perjuangan itu dinilai dari perjuangan kita ke Asmat!" terang Adian.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko begitu "berapi-api" ketika menyampaikan sederet prestasi Presiden Joko Widodo dalam acara Mata Najwa, Rabu (7/2/2018).
Sambil memegang secarik kertas putih, Moeldoko berdiri di depan para penonton dan narasumber acara yang dipandu Najwa Shihab itu.
"Kayaknya harus berdiri saja, biar jelas muka gue," ujar Moeldokodisambut tepuk tangan penonton.
Secara lantang ia menjelaskan bahwa selama kepemimpinan Jokowi sebagai presiden, sudah banyak hal yang dicapai.
"Presiden, selama 3 tahun bisa membangun kilometer. Kuota haji, hanya dalam tempo beberapa tahun, Pak Jokowi bisa menaikan dari 168.800 menjadi 221.520," ujar mantan Panglima TNI itu.
Moeldoko juga menjelaskan capaian Jokowi terkait dana desa, Kartu Indonesia Pintar, dan Program Keluarga Harapan.
Prestasi Jokowi soal reformasi agraria yang terlaksana dalam waktu cepat juga tak luput dari penjelasan Moeldoko.
"Kurang apa lagi?" ujarnya.
Moeldoko sengaja menjelaskan capaian Jokowi dalam rangka memberikan informasi yang penuh kepada masyarakat.
"Ada satu yang kurang dalam pemerintahan kita ini adalah memberikan informasi yang penuh kepada masyarakat Indonesia, kalau nanti saya berikan informasi yang penuh, mungkin semuanya akan salut kepada Pak Presiden," ujarnya.
Penjelasan Moeldoko lantas mendapat tanggapan menohok dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Zaadit Taqwa.
Menurut Zaadit, capaian Jokowi selama menjabat, khususnya soal pembangunan jalan tol dirasa tidak tepat sasaran.
"Selama kepemimpinan Pak Presiden, sudah membangun beribu-ribu kilometer jalan tol yang kemudian hanya bisa digunakan untuk orang-orang yang menggunakan mobil. Kemudian fasilitas-fasilitas yang hanya dinikmati segelintir orang," ujar Zaadit Taqwa.
Zaadit Taqwa menjelaskan, alangkah lebih baiknya jika Jokowi mendahulukan mengurusi permasalahan fasilitas yang ada di Papua.
"Sementara teman-teman kita di Papua yang membutuhkan fasilitas-fasilitas umum yang ternyata di sana masih jauh dari yang disampaikan Pak Moeldoko," ujar Ketua BEM UI yang acungkan "kartu kuning" untuk Jokowi itu.
"Saya lebih berharap, saya mendorong pemerintah untuk kemudian lebih aktif dan lebih optimal lagi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Papua," ujar Zaadit Taqwa. (tb)
Setelah Proyek Masjidil Haram Rampung, Saudi Akan Tambah Kuota Haji RI
![]() |
| Proyek perluasan Masjidil Haram sekarang/SPA |
Jakarta - Kemenag telah menemui pihak Arab Saudi terkait pengurangan kuota jamaah haji 2013 sebesar 20 persen. Dari pertemuan tersebut, Saudi akan memberikan penambahan kuota haji setelah proyek perluasan Masjidil Haram selesai.
\\\"Ada positifnya, akan ada dispensasi pengurangan kuota haji setelah proyek di Masjidil Haram selesai,\\\" ujar Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu di EX Plaza, Jl MH Thamrin, Jakpus, Minggu (30\/6\/2013).
Anggito menjelaskan pemberian tambahan kuota haji tersebut tidak hanya untuk Indonesia, akan tetapi juga di seluruh dunia. \\\"Karena daya tampungnya akan dua kali lipat bertambahnya,\\\" lanjutnya.
Pada 6 Juni 2013, Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi mengirimkan surat kepada pemerintahan Indonesia bahwa karena keterlambatan penyelesaian rehabilitasi Masjidil Haram dan demi menjamin keselamatan jamaah haji, maka Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengurangi kuota haji tahun 2013 di seluruh dunia sebesar 20 persen dari kuota dasar sesuai kesepakatan negara OKI bagi seluruh negara pengirim jamaah haji tanpa kecuali.
Keterlambatan rehabilitasi Masjidil Haram berakibat pada berkurangnya kapasitas daya tampung tempat tawaf yang semula dapat menampung jamaah sebanyak 48.000 dalam satu jam, hingga hanya dapat menampung sebanyak 22.000 jamaah dalam satu jam.
3. Pemerintah Arab Saudi melakukan pengurangan kuota jamaah haji Indonesia 2013 sebesar 20 persen atau sejumlah 42.200 (empat puluh dua ribu dua ratus) orang. Dengan demikian kuota Jamaah Haji Indonesia pada tahun 2013 akan menjadi 168.800 jamaah dari semula 211.000 jamaah.
Namun setelah lobi-lobi, jumlah pasti jamaah haji Indonesia baru akan diumumkan pekan depan. Kemenag juga akan membuat peraturan yang disesuaikan dengan hasil lobi dengan pihak Arab Saudi tersebut. Menurut rencana, proyek perluasan Masjidil Haram akan tuntas tahun 2016.
(sip/nrl)


